Langsung ke konten utama

Postingan

Opini : Liberalisme Dalam Kontestasi Beragama di Indonesia

  Oleh 1 Muhammad Luthfi Dharmawan, 2 Riris Arida Enggarwati (Mahasiswa S1 Pendidikan Agama Islam UIN Maulana Maik Ibrahim Malang) Dalam kurun 20 tahun terakhir ini, kontestasi publik di Indonesia mayoritas dipenuhi pada pembahasan paradigma ekstrimis dan fundamentalis. Namun, agaknya hanya isu radikalisme dan intoleran yang selalu dikerucutkan. Beberapa diskursus yang dibahas di ranah perguruan tinggi juga kerap hanya membahas tentang terorisme sehingga menimbulkan kesan Islam yang keras. Padahal, paradigma fundamentalis ini juga sangat berbahaya bagi kehidupan beragam yang mana menyamakan semua keyakinan setiap agama. Kerap kali kita mendengar premis yang berbunyi “Semua agama itu sama, menuju pada Tuhan yang sama hanya saja jalan dan interpretasinya saja yang berbeda-beda.” Hal ini merupakan suatu konsep humanisme pada aspek teologis dan ini melanggar batas tasamuh dalam Islam. Allah Swt di dalam surah Al Baqarah ayat 204 telah memperingatkan kita untuk berhati-hati dar...

MAS AL-ISLAM JAMSAREN SURAKARTA : BERINOVASI DALAM MENCETAK GENERASI QURANI

  Oleh : Muhammad Luthfi Dharmawan  Mahasiswa S1 Pendidikan Agama Islam UIN Malang Dharmawan.luthfi400@gmail.com      Dewasa ini, globalisasi semakin terasa dampaknya didalam berbagai aspek khususnya di bidang pendidikan. Masifnya pertukaran informasi dan budaya antar negara menyebabkan para komponen pendidikan harus bekerja ekstra dalam memfilter serta menyusun strategi menghadapi budaya asing yang memiliki negatif. Terlebih pada kondisi sekarang, dengan transformasi metode pembelajaran dari luring ke daring membuat tantangan dalam dunia pendidikan semakin kompleks. Belum lagi tantangan yang sudah menjamur sejak 2010-sekarang tentang dekadensi moral peserta didik mendesak seluruh lingkungan pendidikan harus bersinergi dalam mengawasi dan membimbing peserta didik. Namun, dibalik itu semua ada hal positif yang muncul misalnya lembaga pendidikan berlomba-lomba berinovasi dalam menghadapi tantangan globalisasi dan pandemi ini. Salah satunya yaitu Mas...

Implementasi Daring yang Salah Jadi Pemicu Perubahan Emosi Peserta Didik?

Ditulis oleh : Luthfi Dharmawan dan Nurul Fajariah Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Semenjak merebaknya pandemi Covid-19 (corona desease 2019) di Indonesia, banyak sekali dampak-dampak yang ditimbulkan dari kejadian ini baik dari segi positif maupun negatif. Lantas, muncul pertanyaan apakah semua aspek terkena dampak yang sama ? ketika kita melihat fakta yang ada, maka tak bisa dielakkan bahwa seluruh aspek baik ekonomi, keamanan, budaya, kesehatan, hukum, dan politik pun juga terkena dampaknya. Tak terkecuali dari itu semua yaitu dalam bidang pendidikan. Beberapa kebijakan-kebijakan yang sudah terencana juga terstruktur harus mengalami perubahan yang diakibatkan kondisi saat ini. Sejak Maret, pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementrian Agama telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru terkait sistem pendidikan serta pembelajaran di lingkungan lembaga pendidikan dalam jangku waktu yang seme...

Pandemi, Konspirasi, dan Kontrasepsi Pemerintah dengan Agama ?

Pandemi, Konspirasi, dan Kontrasepsi Pemerintah dengan Agama ? Ol eh : Muhammad Luthfi Dharmawan, Mahasiswa PAI UIN Malang Lebih dari 190 negara telah terpapar pandemi ini, lebih dari 100.000 jiwa menjadi korban keganasan virus ini. bahkan di Indonesia, dalam berita KemenKes per 29 Maret Covid-19 ini telah merenggut 114 jiwa. Dalam sebuah artikel tulisan Daniel Joley dan Pia Lamberty menjelaskan bahwa Covid-19 ini sengaja dikenalkan oleh Inggris dan Amerika Serikat   sebagai senjata biologis mereka untuk berperang dalam sektor ekonomi dengan menghasilkan uang dari vaksin namun, ini semua hanyalah sebuah teori konspirasi yang belum bisa dibuktikan secara ilmiah sehingga jangan terlalu menelan mentah-mentah begitu saja.   Terlepas dari itu semua, virus ini harus segera dihentikan jika tidak ingin memakan lebih banyak lagi korban jiwa khususnya di Indonesia. Di Indonesia sendiri dalam kurun waktu dua pekan sudah terinfeksi positif lebih dari 1000 jiwa. Dalam hal ini, te...

Studi Kasus Ritual "Pulung Langse"Di Desa Balakan : Telaah Kritis Dalam Perspektif Sosio-Kultural berdasarkan Surat Al-Anfal [8]: 1

ABSTRAK Dharmawan, Muhammad Luthfi dkk. 2020. Ritual ”Pulung Langse” Di Desa Balakan Kabupaten Sukoharjo : Telaah Kritis Dalam Perspektif Sosio-Kultural Berdasarkan Surat Al-Anfal [8] : 1 . Jurusan Pendidikan Agama Islam , Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pembimbing Penelitian : Imron Rossidy, M. Th., M. Ed.                                                                                                        ...

Re-Integrasi Agama dan Pengetahuan Sebagai Solusi Wujudkan Indonesia Emas 2045 ?

Oleh : Muhammad Luthfi Dharmawan Mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Mauana Malik Ibrahim Malang Pendidikan apakah penting? Ya, pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam memajukan bangsa. Dengan sistem pendidikan yang terstruktur, jelas, serta merata akan membentuk suatu kerangka berfikir yang maju sehingga para manusia yang ada di dalamnya mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045. Namun, kenyataannya sistem pendidikan yang ada di Indonesia ini belum sepenuhnya tersruktur, merata, bahkan bisa dibilang fase terpuruk. Kesenjangan yang begitu tampak antara pendidikan yang ada di pulau padat penduduk dengan pulau yang tertinggal menunjukkan bahwa pendidikan yang ada di negara ini belum merata. Bukan hanya itu, degradasi moral serta hilangnya karakter yang dimiliki sebagai oleh setiap siswa yang ada di Indonesia ini menjadi masalah yang sangat serius yang perlu menjadi perhatian. Mereka seakan mempunyai mental sekuler yang sudah lupa ...